Selasa, 24 Desember 2013

Laki-Laki Yang Mengetuk Pintu

Aku pernah lupa bagaimana cara membuka hati untuk orang lain sebelum bertemu kamu. Saat itu aku sedang asyik merajut benang-benang kesedihan yang aku jadikan syal untuk membelit leherku sendiri ketika kau memandangiku dari luar jendela kaca dekat kursiku.

Aku melirikmu, lalu mengabaikanmu.

Aku pernah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta sebelum memandang senyummu. Saat itu aku sedang menyeduh kopi hitam tanpa gula yang asapnya menarikan keresahanku ketika kau memperhatikanku dari luar jendela kaca dekat kursiku.

Aku melirikmu, menghembuskan nafas, lalu mengabaikanmu.

Hingga satu malam, kau terbangkan kunang-kunang ke dekat jendelaku. Aku menyingkap tirai dan melihat keluar. Kau tersenyum dan menunjuk ke pintu, lalu berjalan.

Tok..Tok..Tok..

Aku diam. Bimbang. Tapi kunang-kunang diluar sana merayuku untuk membukakan pintu untukmu.

Maka aku berjalan pelan-pelan, membenahi ujung rok-ku yang terlipat. Aku memegangi kenop pintu ragu-ragu.

Tok..Tok..Tok..

Aku menggigit bibirku.

Lalu pelan-pelan aku membuka pintu dan menemukanmu berdiri di depanku dengan sepasang mata ingin tau yang membuatku malu.

Kau mengulurkan tangan dan mengajakku keluar. Aku menggeleng. Tapi kau tak beranjak pergi.

Oh laki-laki, kau sabar yang menyabarkan. Maka aku menguatkan hati untuk melangkahkan kaki. Keluar dari gubuk nestapa dan meninggalkan syal kesedihan terkubur di dalamnya. Lalu pergi bersamamu menjemput kebahagiaan pada kunang-kunang yang terbang bebas di langit malam.

Kau mengajakku ke lapangan rumput. Aku girang bukan kepalang,berlarian mengejar kunang-kunang. Kau memperhatikan, sesekali tertawa melihatku kepayahan menangkap kunang-kunang. Hingga aku lelah, lalu memilih rebah. Kau ikut rebah di sebelahku, ikut memandang gemintang di lengkung langit malam. Menertawakan aku yang kepayahan mengatur nafas.

"Kau lelah?"

Aku mengangguk. Kau tersenyum. Lalu Hening.

"Sembuhkan dirimu. Biar kebahagiaan memelukmu. Tak perlu kau kejar, ia datang sendiri jika kau sudah siap"

Aku mengernyit tak mengerti. Memangnya apa hubungan kebahagiaan dan kelelahanku?

"Maksudmu?" Aku tak tahan untuk bertanya.

Kau memandangku tenang sambil tetap memamerkan senyummu, lalu mengelus puncak kepalaku.

Dadaku bergemuruh.

"Anggap saja kebahagiaan adalah kunang-kunang. Tenangkan dirimu, pejamkan matamu, atur nafasmu.."

Aku menurut. Aku memejamkan mata lalu menghela nafas panjang dan menenangkan diriku.

"Buka matamu nona.." bisikmu "..dan kebahagiaan akan menghampirimu saat kau benar-benar siap"

Aku membuka mata dan takjub melihat binar dari balik lentik bulu matamu. Lalu semuanya terasa cukup bagiku.

Cukup untuk berada di sampingmu. Cukup untuk mensyukuri kehadiranmu. 

Sesakit apapun pedih yang membelit lehermu dan menyesakkan dadamu,tenang..tenanglah

Sebab.. "Akan ada saatnya kau tau bahwa kehadirannya sudah cukup.. dan kau tak merasa butuh apa-apa selain berada disisinya"


Selasa, 17 Desember 2013

Tujuh Belas

Selamat siang, Kamu.

Pagi tadi aku sesap teh. Rasanya manis sempurna, sesempurna pagiku saat mendapat ucapan hari jadi kita darimu. Entah kamu akan membaca surat ku hari ini di siang,sore,malam atau mungkin esok hari. Yang jelas, aku mengharapkan adanya kesempurnaan yang juga mampir dihatimu saat membaca surat ini atau saat aku bersama denganmu sejauh ini. Kesempurnaan yang dapat menghilangkan penatmu setelah bersibuk mengurusi banyak hal sepanjang waktu.

Teruntuk kamu lelaki pengganggu tidurku. Pengganggu favorit yang paling aku rindu.  

Kamu sudah tau, kabarku sesempurna senja sore hari yang mencintai jingga. Jika kabarku lebih baik dari itu, tentu saja karenamu.

Aku mencintai senja seperti mencintai tingkah-tingkah menyebalkan darimu.

Ya, tingkah-tingkahmu sangat menyebalkan kecuali satu, saat kamu mengerti bahwa aku lelah dengan semua kesibukan mu kala itu dan kamu selalu meyakinkanku bahwa kita bisa melewati semua ini dengan indah. Ya,walaupun kamu belum sepenuhnya melakukan itu padaku,tapi aku yakin bahwa kamu akan sesempurna itu. Nanti. Lalu aku merasa sempurna. Aku merasa baik-baik saja. Semua hal yang terjadi tampak begitu benar. Kamu tak akan mengerti rasanya. Ini hanya dirasakan oleh perempuan yang berpapasan dengan cinta.

Terimakasih telah menjadi tangan Tuhan untuk selalu menyayangi dan mengerti apa yang kumau selain ibuku pastinya, terimakasih telah hadir kembali dalam hidupku, dan terimakasih juga atas doa-doa yang dengan sengaja kamu selipkan namaku didalamnya. Aku hanya ingin kamu tau bahwa aku selalu mendekapmu melalui dengan doa-doa yang aku panjatkan dalam satu kesempatan saat aku akan terlelap. Aku mendoakanmu. Mendoakan kita dengan harapan Tuhan akan izinkan aku dan kamu menjadi satu.

Mengenalmu adalah awal dari kerepotanku karena aku harus bertarung melawan perasaan sendiri untuk memenangkan malu atau rindu yang mengendap dalam kalbu. Ah..merepotkan sekali memang, tapi lagi-lagi aku merasa sempurna karena ini tentang kamu. 

'cause you are my treasure'..

Jumat, 13 Desember 2013

Palsu-Fa-Nna

Belakangan ini saya dihadapkan dengan begitu banyak pelajaran hidup. bukan, bukan hanya hidup saya saja,tapi juga bagaimana orang-orang di sekitar saya menjalani hidupnya sendiri.

Well, satu yang saya fikirkan benar-benar adalah bagaimana kamu harus berani menjadi baik bagi dirimu sendiri. Bukan berani mencitrakan diri sebagai orang baik, tapi mencoba setengah mati menjadi orang baik itu. 

Saya memiliki banyak teman perempuan yang begitu saya kenal, mereka tentu amat sangat berbeda dengan saya, mereka tampak cantik, baik hati dan tentu pendengar yang baik bagi saya. namun nyatanya mereka punya kepribadian yang sangat di sayangkan untuk mereka miliki. yaa seperti saya..

Saya bukan manusia baik, jauh sekali dari baik. saya masih suka membicarakan orang lain, atau masih suka membandingkan hidup saya sendiri dengan orang di sekitar saya,lalu saya pun mampu seketika merasa tidak beruntung.

Saya sedih sekali setiap kali berfikir,bahwa mungkin semua orang sudah bosan berusaha menjadi yang terbaik yang mampu mereka bisa.

Saya sangat bersyukur, karena sampai detik ini saya tidak pernah berusaha tampak keren, bila hanya untuk bisa dihargai oleh orang-orang di sekitar saya. saya tidak perlu pengakuan dari orang-orang yang merasa hanya pantas bergaul dengan kalangan tertentu saja. karena saya percaya, seburuk apapun hidup kita berjalan, selama kita masih punya Tuhan,maka masih akan ada sayang yang tersisa untuk saya miliki.

Saya selalu berusaha menjadi lebih baik agar orang yang saya sayangi mau tetap berada di sisi saya,namun jika kalian menilai usaha saya tidak semaksimal yang kalian mau saya tidak akan terus berusaha untuk itu. karena hanya itu yang saya bisa lakukan untuk kalian. selama saya tau,bahwa selama ini saya tidak pernah memperlakukan kalian dengan buruk, saya tidak berbohong atau mengkhianati,maka kalian tetap memutuskan untuk pergi,kalian punya hak untuk melakukannya. saya tidak perlu disayangi kembali oleh orang-orang yang bahkan tidak bisa memeluk saya seutuhnya. Ketika kalian pergi, saya hanya meyakini satu hal,bahwa kalian baru saja kehilangan satu ketulusan yang saya siapkan untuk kalian. Dan saya bukanlah bagian yang dirugikan diatasnya. 

Banyak sekali orang palsu di sekelilingmu. Maka bila kamu bertemu yang masih mau jadi dirinya sendiri dan menemanimu sebagai kamu yang sebenarnya, simpan mereka sebagai hata karun. Karena terkadang Tuhan, tidak memberi mereka kesempatan untuk dua kali lewat dalam hidupmu:)) 

Selasa, 12 November 2013

I Need To Write

"Kenapa kamu tak menulis lagi?"

"Lupakan. aku hanya bisa menulis tentang patah hati. bahkan sekalipun aku sedang tidak patah hati"

"Kalau begitu tulis saja semaumu, yang penting tulisanmu terus mengiasi blogmu"

"Ya. lalu orang lain mulai melihatnya. lalu merasa postingan itu untuknya,lalu merasa dan menebak aku sedang depresi,lalu bertanya aku kenapa? kenapa aku sedih?"

"Ya kamu bisa menulis bukan tentang patah hati saja kan"

"Hidupku terlalu bosan untuk diceritakan,my life is so wonderful. tapi aku bukan tipe orang yang suka menceritakan keseharianku, bahkan jika aku punya pacarpun aku jarang bercerita tentangnya"

"So. why you always write about sadness?"

"I don't know why..maybe sadness is beautiful pain. the mixed of love and hate, it can make you hardly breath but you still want to do that again and again"

"Mungkin bukan kata yang tepat, tapi kamu pasti bisa terjebak"

"Yeah. i'm in. and that's the only way. aku mesti nulis apa yang ada difikiranku untuk menjadi kata (yang menurutku) indah yang bisa kunikmati sendiri. Sendiri. karena diri sendiri tak pernah mengadili, tak peduli kata yang kau tuliskan tak masuk akal, tak peduli grammar yang kau tuliskan sangat buruk. just..being free.. tulisanku bisa membebaskanku."

"That's why u must write again. Ok, just write it. u must try again."

"...What about...Uhm. What if. Okay"

"Just write."

"..."

Menulis

setiap kali menulis biasanya saya selalu memikirkan apapun di detik itu. maksud saya, selalu memikirkan soal hal-hal yang pernah terjadi saat itu. biasanya saya justru terngiang hal-hal yang telah terjadi dalam hidup saya. mungkin itu salah satu dari satu juta alasan yang bisa saya sebutkan bila seseorang bertanya pada saya "hey na,mengapa kamu suka menulis?"

saya melewati banyak masa berat,sangat berat sampai rasanya saya sering merasa sesak di dada. tapi menulis,memberi banyak saya kesempatan untuk bernafas dengan ruang yang lain. ruang lapang yang dipenuhi pepohonan rindang,juga bunga-bunga menjuntai dari akar-akarnya yang menggelantung. saya menemukan ruang baru-ruang pribadi saya yang mampu menyimpan perasaan-perasaan saya dalam jajaran huruf-hurufnya

menulispun membuat saya seperti memiliki mata di dalam hati saya,menulis mengajarkan saya untuk dapat melihat apa yang tidak saya lihat ketika saya melihat sesuatu hanya dengan mata kepala saya. karena saat saya menulis saya kembali memikirkan hal-hal yang akan saya tulis. kalau tulisan saya terbaca baik dan banyak dari kalian yang menyukainya,bahkan terguguh karenanya,itu hanyalah bonus dari Tuhan. apalah saya tanpa Tuhan?:)