"Kenapa kamu tak menulis lagi?"
"Lupakan. aku hanya bisa menulis tentang patah hati. bahkan sekalipun aku sedang tidak patah hati"
"Kalau begitu tulis saja semaumu, yang penting tulisanmu terus mengiasi blogmu"
"Ya. lalu orang lain mulai melihatnya. lalu merasa postingan itu untuknya,lalu merasa dan menebak aku sedang depresi,lalu bertanya aku kenapa? kenapa aku sedih?"
"Ya kamu bisa menulis bukan tentang patah hati saja kan"
"Hidupku terlalu bosan untuk diceritakan,my life is so wonderful. tapi aku bukan tipe orang yang suka menceritakan keseharianku, bahkan jika aku punya pacarpun aku jarang bercerita tentangnya"
"So. why you always write about sadness?"
"I don't know why..maybe sadness is beautiful pain. the mixed of love and hate, it can make you hardly breath but you still want to do that again and again"
"Mungkin bukan kata yang tepat, tapi kamu pasti bisa terjebak"
"Yeah. i'm in. and that's the only way. aku mesti nulis apa yang ada difikiranku untuk menjadi kata (yang menurutku) indah yang bisa kunikmati sendiri. Sendiri. karena diri sendiri tak pernah mengadili, tak peduli kata yang kau tuliskan tak masuk akal, tak peduli grammar yang kau tuliskan sangat buruk. just..being free.. tulisanku bisa membebaskanku."
"That's why u must write again. Ok, just write it. u must try again."
"...What about...Uhm. What if. Okay"
"Just write."
"..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar