Sabtu, 04 Januari 2014

Kotak-Kotak Kaca

Siang ini aku mengenangmu. ---lagi
Setelah sekian lama berlari meninggalkan luka dan kenangan yang kusimpan dalam kotak-kotak kaca. Menyibukan diri dengan hal apapun yang membuatku sedikit melupakan segala tentangmu. 
Emm.. tak sebenarnya melupakan, memang. Hanya sekedar menafikan kerinduan yang selama ini menghujam. Meski tetap saja kamu datang pada sepiku. ---sesekali

Siang ini -entah dengan keberanian apa- aku kembali membuka kotak-kotak kaca itu. Membiarkan segala cerita tumpah. Membuatku kuyup dan gigil oleh kenangan-kenangan yang menggenang begitu dingin. Seketika, aku tersedak oleh kerinduan. Hening. Berharap pelukmu merengkuh, menghangatkan aku yang demam ketika mengenangmu.

Maafkan aku yang tak terlalu kukuh menahanmu pergi. Aku takut tak membahagiakanmu ---saat itu. Tapi nyatanya aku kalah telak. 
Selepas pergimu, penyesalan memasung segala langkah. Membuatku kerap terjatuh, terjerembab, terperosok dalam lubang pengap bernama keputusasaan. Pernah aku mencoba merelakan, berbesar sabar agar luka dapat tabah seiring waktu. Tapi detak detik masa yang terlewat, justru membuat angan untuk bersama begitu kuat.

Maka, saat ini. Izinkan aku mengenangmu---lagi. Sebab apalagi yang dapat kuperbuat untuk menghadirkan tiadamu, bila keberadaanmu saja sudah begitu jauh. Berkompromi dengan asa-asa yang memudar untuk melukis lagi bayang wajahmu di setiap dinding di dalam kepala, dengan bias senyum-senyum getir menertawakan aku yang luka. Memeluk tiadamu dengan cinta paling rindu.

"Andai bisa kupinta kepada pemilik siang. Aku ingin berdoa agar semesta mengizinkan kamu untuk datang kembali dengan senyum mengembang. Menafikan segala luka duka cerita masa silam."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar